Minggu, 22 September 2019

Penyebutan Angka


Angka

Nah kita sudah masuk materi nih, mungkin kalian pasti bingung gimana sih penjumlahan itu ?, sebelum kita masuk kita juga perlu tau bilangan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10                                                           Bilangan satuan kecuali 10
11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30
31 32 33 34 35 36 37 38 39 40
41 42 43 44 45 46 47 48 49 50
51 52 53 54 55 56 57 58 59 60                     BIlangan puluhan kecuali 100
61 62 63 64 65 66 67 68 69 70
71 72 73 74 75 76 77 78 79 80

81 82 83 84 85 86 87 88 89 90
91 92 93 94 95 96 97 98 99 100
101
200
1000
100000
1000000
1000000000
1000000000000

Lah apaan tuh  bang? Nah ini yang namanya angka yang mana sebagai patokan perhitungan, lalu bacanya gimana bang? Nah tenang bakal abang ajar deh :D

Tentu yang bilangan satuan kalian pasti sudah hafal, nah kalian harus tau bahwa ada angka puluhan, ratusan, ribuan, jutaan, milyaran, triliun


Contoh
21 dibaca dua puluh Satu
35 dibaca tiga puluh lima
Angka puluhan dibaca dengan “puluh” kecuali antara 11 – 19 dengan Bahasa berbeda
11 dibaca sebelas
15 dibaca lima belas
-------------------------------------------------------------------------
100 dibaca seratus
204 dibaca dua ratus empat

Ingat jika angka mencapai ribuan jangan sampai lupa diberi tanda titik setiap   3 nol
1.000 dibaca seribu
1.00.000 dibaca seratus ribu
1.000.000 dibaca satu juta
1.000.000.000 dibaca satu milyar
1.000.000.000.000 dibaca satu triliun







Simbol pada Matematika

Pendahulu

Nah kawan-kawan pastinya sudah gk sabarkan untuk belajar matematika, yang kalian perlu tau penjumlahan adalah hal yang paling dasar dalam matematika tentu kalian juga pastinya sudah paham dengan “tambah-tambahan” namun kita perlu tau symbol dasar dalam matematika tak perlu menunggu mari kita mulaikanSymbol yang ada di matematika:
+ Symbol ini disebut “plus” atau tambah digunakan untuk menjumlahkan bilangan
- Symbol ini disebut “minus” atau kurang digunakan untuk mengurangi bilangan
X Symbol ini disebut “cross” atau kali digunakan untuk menggandakan/mengalikan bilangan
/ Symbol ini disebut “Divide” atau bagi digunakan untuk membagi/menyusutkan bilangan
Symbol ini disebut “root” atau akar digunakan untuk mengembalikan bilangan sesama dalam hasil perkalian
= Symbol ini disebut “equivalen” atau sama dengan digunakan untuk menyatakan hasil perhitungan

Symbol ini disebut “sigma” adalah symbol hasil penjumahan berurutan
 “<,>,≤,≥”Arti Simbol ( “Kurang dari” , “lebih dari”, “kurang dari sama dengan” dan “ lebih dari sama dengan “ Dibaca dari kiri symbol kekanan
Arti Simbol tak terbatas / infinite
≠ Arti Simbol tidak sama
! Arti Simbol urutan bilangan sebelum sampai 1
Arti Simbol yaitu elemen atau bagian dari wilayah….


Selasa, 17 September 2019

sejarah


Matematika



Sejarah Singkat

Matematika mulai muncul dan berkembang di Mesopotamia, Mesir Kuno, dan Yunani Kuno. Manusia prasejarah telah berhasil mengetahui cara mencacah objek-objek fisik, mereka juga mengenali cara mencacah besaran abstrak, seperti waktu — harimusimtahun. Manusia zaman itu mengidentifikasi hal-hal atau kejadian-kejadian dari alam kemudian dilakukan pengukuran, sehingga terciptalah produk-produk seperti jam air, jam pasir, dan jam matahari. Mereka menggunakan hakikat alam yakni ruang dan waktu sehingga terbentuk ide dan konsep menganai waktu. 
Penggunaan terkuno matematika yang lain adalah dalam perdaganganpengukuran tanahpelukisan, dan pola-pola penenunan berkembang luas sejak tahun 3000 SM ketika orang Babilonia dan Mesir Kuno mulai menggunakan aritmetikaaljabar, dangeometri untuk penghitungan pajak dan urusan keuangan lainnya, bangunan dan konstruksi, dan astronomi. Penemuan-penemuan matematika dibuat sepanjang sejarah dan berlanjut hingga kini.

Matematika Yunani lebih berbobot daripada matematika yang dikembangkan oleh kebudayaan-kebudayaan pendahulunya. Semua naskah matematika pra-Yunani yang masih terpelihara menunjukkan penggunaan penalaran induktif, yakni pengamatan yang berulang-ulang yang digunakan untuk mendirikan aturan praktis. Sebaliknya, matematikawan Yunani menggunakan penalaran deduktif. Bangsa Yunani menggunakan logika untuk menurunkan simpulan dari definisi dan aksioma, dan menggunakan kekakuan matematika untukmembuktikannya.
Matematika Yunani diyakini dimulakan oleh Thales dari Miletus (kira-kira 624 sampai 546 SM) danPythagoras dari Samos (kira-kira 582 sampai 507 SM). Meskipun perluasan pengaruh mereka dipersengketakan, mereka mungkin diilhami oleh Matematika Mesir dan Babilonia. Menurut legenda, Pythagoras bersafari ke Mesir untuk mempelajari matematika, geometri, dan astronomi dari pendeta Mesir.
Thales menggunakan geometri untuk menyelesaikan soal-soal perhitungan ketinggian piramida dan jarak perahu dari garis pantai. Dia dihargai sebagai orang pertama yang menggunakan penalaran deduktif untuk diterapkan pada geometri, dengan menurunkan empat akibat wajar dari teorema Thales. Hasilnya, dia dianggap sebagai matematikawan sejati pertama dan pribadi pertama yang menghasilkan temuan matematika. Pythagoras mendirikan Mazhab Pythagoras, yang mendakwakan bahwa matematikalah yang menguasai semesta dan semboyannya adalah "semua adalah bilangan". Mazhab Pythagoraslah yang menggulirkan istilah "matematika", dan merekalah yang memulakan pengkajian matematika. Mazhab Pythagoras dihargai sebagai penemu bukti pertamateorema Pythagoras, meskipun diketahui bahwa teorema itu memiliki sejarah yang panjang, bahkan dengan bukti keujudan bilangan irasional.
Perkembangan matematika  dalam Islam dimulai sejak abad pertengahan. Kajian Ilmu matematika terus mengalami perkembangan hingga melahirkan banyak ilmuan matematika (matematikawan) muslim yang teorinya masih digunakan dan menjadi cikal-bakal ilmu matematika modern yang bisa dinikmati hingga saat ini.

Pengembangan ilmu yang begitu dalam pada masa GOLDEN AGE telah mengeluarkan banyak hasil pemikiran yang salah satunya Menggabungkan material India dan Babilonia dengan geometri Yunani untuk mengembangkan aljabar. Dalam aljabar, seorang matematikawan menggunakan simbol x, y, atau z sebagai pengganti angka untuk menyelesaikan persoalan matematika. Adalah Muhammad bin Musa Al Khawarizmi, nama lengkap dari Al-Khawarizmi, juga merupakan penemu angka 0 (nol) yang hingga kini dipergunakan. Apa jadinya jika angka 0 (nol) tidak ditemukan? Barangkali tak akan ada rumus Einstein dan rumus lainnya, bahkan tak akan ada ilmu matematika semaju sekarang.
Selain itu, ada juga matematikawan muslim lainnya yakni “Umar Khayyam”, dikenal sebagai ilmuwan cerdas abad pertengahan. Ia memiliki nama besar di bidang matematika, astronomi, dan sastra. Sehubungan dengan itu, ia mendapat julukan Tent Maker dari para ilmuwan semasanya. Beliau inilah yang kemudian berhasil melakukan modifikasi terhadap perhitungan kalender muslim. Menurut perhitungan Khayyam, masa satu tahun adalah 365,24219858156 hari. Ia menghasilkan perhitungan yang sangat akurat hingga membuat para ilmuwan memuji kecerdasannya. Pada akhir abad XIX, para astronom menyatakan bahwa masa satu tahun adalah 365,242196 hari. Sementara itu, hitungan terakhir untuk masa satu tahun adalah 365,242190 hari. Sebuah nilai yang tidak jauh berbeda dari perhitungan Umar Khayyam berabad-abad sebelumnya. Dan masih terus berkembang hingga sekarang dalam ilmu matematika ini