Matematika
Sejarah
Singkat
Matematika
mulai muncul dan berkembang di Mesopotamia, Mesir Kuno, dan Yunani
Kuno. Manusia prasejarah telah
berhasil mengetahui cara mencacah objek-objek
fisik, mereka juga mengenali cara mencacah besaran abstrak,
seperti waktu — hari, musim, tahun.
Manusia zaman itu mengidentifikasi hal-hal atau kejadian-kejadian dari alam
kemudian dilakukan pengukuran, sehingga terciptalah produk-produk seperti jam
air, jam pasir, dan jam matahari. Mereka menggunakan hakikat alam yakni ruang
dan waktu sehingga terbentuk ide dan konsep menganai waktu.
Penggunaan terkuno
matematika yang lain adalah dalam perdagangan, pengukuran tanah, pelukisan, dan pola-pola penenunan berkembang luas sejak tahun
3000 SM ketika orang Babilonia dan Mesir Kuno mulai menggunakan aritmetika, aljabar, dangeometri untuk penghitungan pajak dan
urusan keuangan lainnya, bangunan dan konstruksi, dan astronomi. Penemuan-penemuan matematika
dibuat sepanjang sejarah dan berlanjut hingga kini.
Matematika Yunani lebih berbobot daripada matematika yang dikembangkan
oleh kebudayaan-kebudayaan pendahulunya. Semua naskah matematika pra-Yunani
yang masih terpelihara menunjukkan penggunaan penalaran induktif, yakni
pengamatan yang berulang-ulang yang digunakan untuk mendirikan aturan praktis.
Sebaliknya, matematikawan Yunani menggunakan penalaran deduktif. Bangsa Yunani
menggunakan logika untuk menurunkan simpulan dari definisi dan aksioma, dan
menggunakan kekakuan matematika untukmembuktikannya.
Matematika Yunani diyakini dimulakan oleh Thales
dari Miletus (kira-kira 624 sampai 546 SM) danPythagoras
dari Samos (kira-kira 582 sampai 507 SM). Meskipun perluasan
pengaruh mereka dipersengketakan, mereka mungkin diilhami oleh Matematika
Mesir dan Babilonia.
Menurut legenda, Pythagoras bersafari ke Mesir untuk mempelajari matematika,
geometri, dan astronomi dari pendeta Mesir.
Thales menggunakan geometri untuk
menyelesaikan soal-soal perhitungan ketinggian piramida dan jarak perahu dari
garis pantai. Dia dihargai sebagai orang pertama yang menggunakan penalaran
deduktif untuk diterapkan pada geometri, dengan menurunkan empat akibat wajar
dari teorema
Thales. Hasilnya, dia dianggap sebagai matematikawan sejati pertama
dan pribadi pertama yang menghasilkan temuan matematika. Pythagoras
mendirikan Mazhab
Pythagoras, yang mendakwakan bahwa matematikalah yang menguasai
semesta dan semboyannya adalah "semua adalah bilangan". Mazhab
Pythagoraslah yang menggulirkan istilah "matematika", dan merekalah
yang memulakan pengkajian matematika. Mazhab Pythagoras dihargai sebagai penemu
bukti pertamateorema Pythagoras, meskipun
diketahui bahwa teorema itu memiliki sejarah yang panjang, bahkan dengan bukti
keujudan bilangan irasional.
Perkembangan matematika dalam Islam dimulai sejak abad
pertengahan. Kajian Ilmu matematika terus mengalami perkembangan hingga
melahirkan banyak ilmuan matematika (matematikawan) muslim yang teorinya masih
digunakan dan menjadi cikal-bakal ilmu matematika modern yang bisa dinikmati
hingga saat ini.
Pengembangan ilmu yang begitu dalam
pada masa GOLDEN AGE telah mengeluarkan banyak hasil pemikiran yang salah
satunya Menggabungkan material India dan Babilonia dengan geometri Yunani untuk
mengembangkan aljabar. Dalam aljabar, seorang matematikawan menggunakan simbol
x, y, atau z sebagai pengganti angka untuk menyelesaikan persoalan matematika. Adalah
Muhammad bin Musa Al Khawarizmi, nama lengkap dari Al-Khawarizmi, juga
merupakan penemu angka 0 (nol) yang hingga kini dipergunakan. Apa jadinya jika
angka 0 (nol) tidak ditemukan? Barangkali tak akan ada rumus Einstein dan rumus
lainnya, bahkan tak akan ada ilmu matematika semaju sekarang.
Selain itu, ada juga matematikawan muslim lainnya yakni “Umar Khayyam”, dikenal
sebagai ilmuwan cerdas abad pertengahan. Ia memiliki nama besar di bidang
matematika, astronomi, dan sastra. Sehubungan dengan itu, ia mendapat julukan
Tent Maker dari para ilmuwan semasanya. Beliau inilah yang kemudian berhasil
melakukan modifikasi terhadap perhitungan kalender muslim. Menurut perhitungan
Khayyam, masa satu tahun adalah 365,24219858156 hari. Ia menghasilkan
perhitungan yang sangat akurat hingga membuat para ilmuwan memuji
kecerdasannya. Pada akhir abad XIX, para astronom menyatakan bahwa masa satu
tahun adalah 365,242196 hari. Sementara itu, hitungan terakhir untuk masa satu
tahun adalah 365,242190 hari. Sebuah nilai yang tidak jauh berbeda dari
perhitungan Umar Khayyam berabad-abad sebelumnya. Dan masih terus berkembang
hingga sekarang dalam ilmu matematika ini
Sumber : -Wikipedia
- https://www.kompasiana.com/omi29/570d759852f9fdd60dade15a/matematika-dalam-khazanah-peradaban-islam
-https://www.academia.edu/6057933/SEJARAH_MATEMATIKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar